Minggu, 30 Juni 2013

asal usul citorek



ASAL USUL DESA CITOREK



Pada tahun 1842 , masyarakat citorek atau biasa di sebut dengan masyarakat kesepuhan citorek,yang berasal dari guradog kecamatan  curug bitung,
Pada zaman dahulu para kesepuhan mengadakan musyawarah yang bertempat di guradog yang di pimpin oleh kesepuhan yang bernama, aki buyut sainta , dan hasil musyawarah itu menentukan atau mencari lahan yang luas untuk mendirikan pemukiman dan ladang, kesepuhan tersebut mengutus 10 orang untuk mencari lahan itu , lamanya perjalanan tiga hari tiga malam untuk mencari lahan tersebut, sesudah tiga hari tiga malam itu orang yang  di perintahkan belum ketemu air (sungai).
 
Sudah tiga hari baru ketemu sungai yang di cari selama ini, sesudah di tumukan sungai itu orang-orang yang di perintahkan itu langsung memberitahukan kepada para sesepuh bahwa ada sungai yang sama sekali tidak kedengaran suaranya yang kemudian di beri nama CITOREK,

Sesudah berhasil orang -orang suruhan tadi di suruh pulang oleh para sesepuh, jarak perjalanan cepat 2(dua) hari l(satu) malam tiba di guradog, dan para sesepuh mengadakan musyawarah lagi tetapi musyawarah tersebut di tunda selama 4 (empat) tahun ,4 (empat) tahun kemudian masyarakat kesepuhan guradog, mengumumkan hasil musyawarah tersebut, dan hasilnya masyarakat akan menetap di   CITOREK,
Pada tahun 1846 tujuan mereka meninggalkan guradog adalah mencari lahan yang luas di sebelah selatan yang sering di sapa "gunung keneng " untuk mengembangkan pertanian   sesuai   dengan   wangsit  dari   leluhur  sejak   dari    guradog.
Mereka sudah tahu bahwa akan menuju suatu wilayah yang akan menjadi memengkon (wilayah adat) wilayah adat tersebut di tandai mulai dari parakan saat di sebelah timur , pasir sage di sebelah barat, dan gunung keneng di sebelah utara .Pada mulanya datang ke citorek hanyalah bertani bikin huma, dari tahun 1846 sampai tahun 1930, itu bertani huma, dari tahun 1930 ketika jaro Negara di pegang oleh RATAM, sesuai wangsit leluhur pada tahun 1964 masyarakat kesepuhan citorek sempat pindah ke ciawitali dan pada awal tahun 1966 masyarakat citorek kembali lagi ke citorek untuk menetap di citorek, sampai sekarang.
Masyarakat meyakini bahwa mereka adalah "keturunan pangawinan" (masyarakat kesepuhan   di   wilayah   kidul kecamatan   bayah   dan  cibeber, cikotok) Dan sejarah kepemimpinan masyarakat kesepuhan citorek meyakini bahwa kesepuhan citorek merupakan masyarakat yang bernegara, bermasyarakat dan ber adat , sebagai wujud dari keyakinan tersebut mereka memiliki kepemimpinan yang mewakiSi ketiga perinsip tersebut, yaitu kesepuhan sebutan untuk kepemimpin kesepuhan yaitu (oyok), jaro kolot (jaro adat) penghulu (pimpinan agama) jaro Negara sekarang di sebut keapala desa, dan baris kolot.
Dalam perkembangan di citorek di angkatlah jadi jaro Negara yaitu jaro RATAM,  yang  kemudian jaro   MARJA'I menjadi    jaro    kolot.
Kesepuhan ini di wariskan secara turun- temurun, dan tidak bisa di gantiakn begitu saja selama orang yang di wariskan tersebut masih ada, dan hanya kematian  yang  bisa menggantikan  nya,
Pada masa jabatan jaro nurkib atau yang biasa di sebut sekarang kepala desa , desa citorek di pekarkan menjadi 2(dua) desa yaitu desa citorek dan ciparay, ciparay menccakup wilayah baru dimana bermukim kesepuhan dan baris kolot, pada saat itu desa citorek di duduki 15.465 orang jiwa sebagian besar menetap di wewengkon   citorek, MASYARAKAT KESEPUHAN CITOREK



2. ADAT ISTIADAT KESEPUAHAN CITROREK
Description: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRNR0gZE0gMHJrkVMrfnzCD-Az8V8cKatVoazvqmI51n1qYDytM
Yang di maksud kesepuhan citorek adalah tradisi dari para pengurus adat, Incu putu (anak cucu keturunannya), anggota masyarakat lain yang bersedia untuk ikut "nyusup nubuy" dan " ciri sabumina cara sadesana" yang artinya setuju   untuk   mengikuti    seluruh  tradisi   yang  ada  di wewengkon   citorek, misalnya: ikut melaksanakn balik tahun, atau yang biasa di sebut oleh masyarakat    wewengkon    citorek    adalah   seren tahun , dimana    acara     tersebut    di laksanakan sesudah panen padi, atau bisa di sebut hajatan panen padi, yang biasa di lakukan oleh masyarakat wewengkon citorek 1 (satu) tahun sekali , karena msayarakat di wewengkon citorek ini hampir semua masyarakat bertani, pertanian masyarakat yang di dominasi oleh penanaman padi lokal dengan masa tanaman satu tahun sekali dan seluruh kegiatan di awali hanya pada hari senin adapun penanamannya tidak dapat atau tidak di perbolehkan memakai alat - alat modern, pertanian itu di ikuti oleh seluruh seluruh masyarakat wewengkon  citorek.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCWyMjwfrGwwDH-6wNYD0S68Clexu3o5TiECAs0suTUWf5WOHoEl0D448lXB7RGmA2lPFmHeOpHzwf3Gk7pM0ZPWON6VqwUVrlgMnT14dclUdwZ8HfscVCU0xlBnWtXZFoPf8jZJXGeys/s320/4338_1091889852397_1081047377_30234681_4758946_n.jpgDescription: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQzirmwSRh1S90-9y260-2M2uYCECFYfAPLzKcRyA4i-h0zulum

3. Letak geografis citorek
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1pag1LLfvUk2PEQjzUJbzUwIIWusp3dzGR-D-Z187zbv4JKaaPtbDwdGVqJ3-2i2YmQRIltlkie3sjM01gpHHxygSUlMh4uFNngur0D8Ph6_uoZwlZdl7Uow2jhmI3XjJlRDJ3GGy6xs/s320/P1010273+copy.jpg
Desa Citorek terletak di Kabupaten Lebak, Kec. Cibeber, dan mempunyai 4 wilayah adat/kasepuhan yaitu :

1. Citorek Timur yang dipimpin oleh Olot Didi
2. Citorek Barat dipimpin oleh Olot Umar
3. Citorek Tengah dipimpin oleh Olot Undikar
4. Citorek Selatan dipimpin oleh Olot Kusd
a.      Sejarah Citorek
Description: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSZvse9GKhDtlzgl0UJWBB9guT4sqA8kmSa1sD7vlWAGBDv4MJFYQ
Pada waktu di Lebak Singka ada Raja bernama Raja Suna, beliau membawa 2 orang keturunan Pangawinan (Pacalikan), kedua orang tersebut yaitu sepasang laki-laki dan perempuan, yang laki-laki dibawa ke Cikaret (Cisungsang, Cicarucub, dll) disebut Dulur Lalaki dan diberi bekal kemenyan, sedangkan yang perempuan dibawa ke Citorek disebut Dulur Awewe diberi bekal Panglay (kunyit besar)
b.      Karakteristik Masyarakat Citorek
Description: D:\FAMELY\Album\IMG_0190.JPG
Masyarakat Citorek disebut juga dengan pangawinan kehidupannya sudah setengah modern karena jalan sudah ada, listrik dan Televisi sudah ada dan bangunan rumahnya beberapa sudah modern tetapi sebagian besar rumahnya masih asli (rumah panggung). Bahasa yang dimenggunakan bahasa Sunda, sebagian besar masyarakatnya menganut agama Islam dan setiap melakukan suatu kegiatan biasanya memakai kalender hijriah/islam, untuk itu setiap melakukan/menanam sesuatu harus membaca dua kalimat syahadat. Dalam kehidupan sosialnya menganut 3 (tiga) sistim yang di anut yaitu : Negara (jaro/lurah), Agama (panghulu), dan Karuhun (kasepuhan/kaolotan). Masyarakat Citorek sebagian besar penghidupannya dari menanam padi (nyawah), oleh karena itu masyarakat desa citorek jika ingin mempunyai istri harus bisa menanam padi. Ada hari-hari tertentu masyarakat Citorek tidak boleh melakukan kegiatan terutama di sawah yaitu hari Jumat dan Minggu, maksudnya kalau hari Jumat mereka harus melaksanakan shalat jumat, dan hari minggu mereka menghormati hari libur nasional/menghormati pemerintah. Dahulu masyarakat Citorek/pangawinan tidak boleh/dilarang memakai pakaian warna hitam, kain yang dibelah dua (semacam kain bugis), kopiah/laken, sepatu, rok/anderok , kebiasaan tersebut sekarang sudah tidak berlaku lagi, tapi kalau perempuannya sebagian besar masih memakai kain (tidak pakai rok). Setiap mengadakan perayaan selalu diiringi Goong Gede (Goong besar), goong gede ini dimainkan setahun 4 kali yaitu pada saat Ngaseuk, Mipit, Gegenek dan Seren Tahun. Goong gede terdiri dari saron, kecrek, kenong, dan kending. dimainkan oleh kurang lebih lima orang. Masyarakat Citorek sekarang sudah banyak meninggalkan tradisinya misal Neres dan Sedekah Bumi sudah tidak pernah dilakukan lagi karena masyarakatnya sudah modern dan tidak percaya kepada keyakinan leluhurnya.
4. Sejarah Keturunan Kaolotan/Kasepuhan
1. Kasepuhan Citorek timur pertama di pimpin oleh Aki Mardai kakek dari Oyot/Oyok Didi, setelah beliau meninggal dunia digantikan oleh anaknya bernama Oyot Ijrai, Oyot Ijrai meninggal dunia digantikan oleh anak yaitu Oyot Didi sampai sekarang.
2. Kasepuhan Citorek Barat pertama di pimpin oleh seorang santri bernama Kiai Sarkam setelah meninggal dunia digantikan oleh anaknya bernama Oyot Sartim, setelah meninggal dunia digantikan oleh adiknya bernama oyot Usup dan beliau meninggal dunia digantikan oleh cucunya bernama Oyot Umar sampai sekarang.
3. Citorek Tengah pertama di pimpin oleh Aki Saki, setelah meninggal dunia diganti oleh anaknya Aki Sali dan satu bulan yang lalu beliau meninggal dunia digantikan oleh anaknya yang masih sekolah di kelas 3 SMP bernama Aki undikar.
4. Citorek Selatan yang sekarang dipimpin oleh Aki Kusdi


 a.  Adat/Tradisi Desa Citorek
1. Neres
Neres adalah ritual yang dilakukan untuk menghilangkan penyakit masyarakat atau dilakukan jika daerah tersebut mengalami kejadian-kejadian yang merugikan, seperti menyebarnya wabah penyakit, paceklik, setiap menanam padi atau pepohonan yang hasilnya tidak bagus. Ritual ini dilakukan tidak setiap tahun tetapi sesuai dengan kejadian yang dialami.

a. Neres ada 2 yaitu :
- Neres Cai dilakukan di pinggir kali/walungan/parakan
- Neres Darat dilakukan didepan rumah masing-masing.
b. Peralatan Neres
- Rumput /Palias
- Basin/Baskom/Tobas (di isi oleh air yang muter /cai mulang dan ikan paray yang hidup).
- Sesajen (isinya Nasi kuning, dodol dll)
c. Cara-cara Neres
Neres bisa dilakukan dengan cara neres cai atau neres darat, pertama masyarakat berkumpul di pinggir kali atau di depan rumah sambil berjejer lalu kasepuhan/kaolotan memercikan air yang ada di basin oleh rumput yang telah dicelupkan ke basin tersebut beberapa kali setelah selesai air tersebut dibuang ke kali Cimadur. Sekarang Neres tidak pernah dilakukan lagi terakhir Neres dilakukan 15 tahun yang lalu, karena masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan ritual tersebut.
2. Sedekah Bumi
Sedekah bumi adalah selamatan/ruatan yang dilakukan oleh masyarakat dengan cara menyembelih kerbau. Tujuannya agar tanah leluhurnya selalu mendapat keberkahan, selalu subur, aman dan tentram. Sedekah Bumi dilakukan 3 tahun sekali.
Caranya : kerbau disembelih , kepalanya di kubur dan dagingnya dibagikan ke masyarakat, setelah sebelumnya diadakan syukuran/selametan. Sekarang tidak pernah dilakukan lagi, terlakhir dilakukan pada waktu Jaro Nurkib kurang lebih 50 tahun yang lalu.

3. Seren taun
Seren taun adalah ritual yang dilakukan oleh masyarakat Citorek tiap satu tahun sekali, biasanya di bulan Syawal. Tujuannya untuk menghormati dan sebagai tanda terima kasih kepada Yang Maha Kuasa dan Leluhur yang telah memberikan keberkahan dan kesuburan. Masyarakat Citorek setiap mengadakan perayaan Sunatan/hajatan selalu dilakukan saat seren taun, perayaan sunatan dilakukan secara besar-besaran beda dengan mengadakan perayaan pernikahan dilakukan hanya dengan penghulu tanpa perayaan. Sampai sekarang Perayaan Seren taun masih dilakukan. Sebelum dilakukan perayaan Seren taun, masyarakat melakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Ngaseuk
Ngaseuk adalah waktu menanam padi, dan Acara Ngaseuk biasanya dirayakan dengan menabuh Goong besar (goong gede). Pada waktu ngaseuk dilaksanakan Tanur/tandur (binih kana binih) yang biasanya dilakukan waktu Silih Mulud . Pada saat padi sudah bagus (pare geus gumuna) atau supaya padi jadi bagus masyarakat Citorek biasanya tidak memakai pupuk yang memakai bahan kimia dari luar atau tidak pernah membeli pupuk, mereka biasanya membuat pupuk sendiri yaitu dari padi yang dibikin tepung atau bikin bubur dicampur dengan kelapa muda dan gula
merah.

2. Mipit
Mipit adalah perayaan di waktu panen (ngambil padi). Biasanya dirayakan dengan menabuh Goong besar (goong gede). Sebelum sawah tangtu atau sawah yang punya kokolot/kasepuhan dipanen, maka masyarakat tidak akan memanen sawahnya walaupun sawah masyarakat tersebut sampe busuk sebelum sawah tangtu di ambil harus nunggu (kajeun teuing nu kami buruk lamun sawah tangtu can kolot atau can asak ulah di ala heula). Mipit biasanya dilakukan bulan Rewah/Ruwah. Setelah dipanen disimpan di lantai atau di jemur setelah kering diangkut/direngkong, dimasukan dan didudukan ke leuit (tempat padi).


3. Gegenek / Bendrong lisung

Gegenek adalah saat numbuk padi dan dilakukan oleh ibu-ibu sebanyak kurang lebih sepuluh orang, sambil nyanyi-nyanyi/lalaguan dan diiringi oleh goong gede. Sebelum padi ditumbuk harus nganyaran/dianyaran maksudnya jika padi sudah dipanen maka harus di jemur lalu di tumbuk, tetapi sebelumnya harus mengadakan syukuran/salametan.

5. Seren taun di Desa Adat Citorek :
1. Nganjang/babawaan
Nganjang yaitu satu hari sebelum perayaan seren tahun (sebelum hari H) harus membawa/masrahkeun sisa hasil bumi kepada kasepuhan yang disebut ngajiwa dan biasanya di tempat Olot Didi. Hasil buminya biasanya apa saja yang mereka punya misal : padi, pisang, ternak dll. Dengan diiringi Goong Gede sambil iring-iringan
2. Hiburan/raramean

Hiburan dilakukan pada malam hari sebelum perayaan seren taun, biasanya hiburan topeng, koromong, Angklung, dankdutan dll.

3. Memotong Kerbau

Motong kerbau dilakukan pagi hari dilakukan oleh para sesepuh/kokolot setelah itu daging tersebut yang disebut daging jiwaan dibagikan kepada seluruh masyarakat Citorek/ kepada tiap keluarga (susuhunan), semua masyarakat harus dapat bagian walaupun sedikit. Daging Kerbau tersebut dibeli dari iuran masyarakat.

4. Ziarah/ ngembangan

Ziarah ketanah leluhur atau ke karuhun.

5. Rasul serah tahun / syukuran / selametan
Syukuran dilakukan di Citorek Timur di tempat Oyok Didi, biasanya para kasepuhan/kokolot, jaro, panghulu berkumpul sambil makan-makan dan musyawarah.

6. Hajatan/Sunatan
Kebiasaan masyarakat Citorek jika akan mengadakan perayaan sunatan selalu dilakukan sekalian pada saat seren taun, dilakukan setelah selametan/syukuran.

7. Kariyaan/mulangkeun ka kolot
Penutup acara sambil menabuh Goong gede, mereka menyebut acara asup leuweung menta kahirupan maksudnya mulai ke kehidupan rutinitas, masyarakat mulai kerja seperti biasa ada yang pergi kerja ke kota atau ke sawah.


















Tankhs ya broooooooooooooo



5 komentar:

  1. Trimaksih Infonya sangat bermanfaat kbetukan saya bukn asal banten asli saya tinggal daerah rangkas dan sedang meneliti scara pribadi mngenai adat atau tradisi yg ada di kab. Lebak kalau busa tolong dipos foto para olot ya bro, trimaksh

    BalasHapus
  2. Mantap Kang semoga bermanfaat buat generasi penerus citorek agar tetap terwarisi tradisi yang sejati

    BalasHapus
  3. Coba sajarah na akurat ken eta loba nu sasab

    BalasHapus
  4. Pokies Casino: Get Free Spins No Deposit 2021 - Online
    › casino › bonus-se › casino 슈어 벳 주소 › bonus-se The new online 가입시 꽁 머니 환전 casino free 룰렛사이트 spins 네임드사다리 no deposit offer from top providers 스포츠 토토 사이트 include the newest online games, as well as popular live casino games and a huge variety of

    BalasHapus
  5. Harrah's Casino, Reno, NV - Mapyro
    Harrah's Casino 목포 출장마사지 Reno 구리 출장마사지 Hotel & Casino Harrah's 삼척 출장샵 Resort Hotel Reno is a hotel and 정읍 출장마사지 casino located in the heart of the Reno, Nevada 경주 출장마사지 area.

    BalasHapus